PENGARUH OLAHRAGA PAGI DAN MALAM TERHADAP KADAR FIBRINOGEN PADA SISWA SMA ASSANADIYAH PALEMBANG

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

admin
M Iman Tarmizi Thaher

Abstrak

Olahraga atau aktivitas fisik adalah kegiatan yang membantu kesehatan aliran darah karena menyebabkan jantung memompa darah lebih cepat. Namun, terdapat beberapa kasus orang yang meninggal saat berolahraga, akibat gangguan pada fungsi jantung. Penelitian ini berjenis penelitian eksperimental laboratorium dan rancangan yang dipakai adalah Post Test Only Crossover Control Group Design. Dalam penelitian ini digunakan sebanyak 30 siswa laki-laki di SMA Assanadiyah  sebagai sampel, 15 siswa sebagai kelompok A (Olahraga pagi – olahraga malam) dan 15 siswa sebagai kelompok B (Olahraga malam – olahraga pagi ). Olahraga malam dilakukan pada pukul 21:00 Wib sedangkan yang berolahraga pagi pada pukul 07:00 Wib, Olahraga dilakukan 6 kali dalam 2 minggu lalu sampel diambil darahnya sebanyak  2cc dan dibawa ke BBLK Sumsel Lalu siswa  di istirahatkan  dalam satu minggu, setelah satu minggu siswa melakukan olahraga kembali sebanyak 6 kali dalam 2 minggu. Data yag diperoleh kemudian di analisis menggunakan uji Mann-Whitney Test dengan program IBM SPSS 18 for windows. Hasil analisis kemaknaan dengan uji Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa rerata kadar Fibrinogen yang berolahraga pagi (Kelompok A dan B) adalah 288+28,6 mg/dl, sedangkan rerata kadar fibrinogen yang berolahraga malam (kelompok A dan B) adalah 242+49,6 mg/dl. Analisis kemaknaan dengan uji Mann-Whitney Test menunjukkan bahwa nilai T= 172,0 dengan nilai p-value = 0,001. Hal ini berarti bahwa olahraga yang dilakukan pada pagi hari memacu kadar Fibrinogen lebih tinggi dari pada yang berolahraga malam hari. Olahraga pagi dan malam dengan jarak 4,5 km selama 30 menit sebanyak 6 kali dalam 2 minggu, bermakna (?  0,05).

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Referensi

    Adiwinanto, Wahyu. 2008. “Pengaruh Intervensi Olahraga di Sekolah Terhadap Indeks Massa Tubuh dan Tingkat Kebugaran Kardiorespirasi Pada Remaja Obesitas”. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Available from: eprints.undip.ac.id/17622/1/Wahyu_Adiwinanto.pdf [Accesed 26 April 2011]

    AHA. . 2001. “Obse Information”. Available from: http://www.heart.org/HEARTORG/GettingHealthy/WeightManagement/Obsity/Obesity-Information UCM 307908 Article.jsp

    Agung Rangga Dinata. 2015. “Pengaruh Senam Aerobic Di Pagi Hari Dan Malam Hari Terhadap Kadar Vo2 Max”. Dalam Jurnal Penelitian. Surakarta

    Bakta, I Made. 2012. “Hematologi Klinik Ringkas”. ECG. Jakarta

    Bijlani, J. 1998. “Low Cost Positionning Devise for Nesting Preterm and Low Birth Weight Neonates”. Practical On Call Child Health Care 5 (3) on http://www.pediatriconcall.com/fordoctor/conference

    Bradon J. 1998. “Pressure Ulcers, Surgical Treatment and Principles”, www.emedicine.com, diakses tanggal 5 November 2012.

    CDC. 2011. “Healthy Weight–Control”. Available from: http://www.cdc.gov/healthyweight/physical¬¬_actifity/index.html

    Cleaveland Clinic. 2011. “Exercise and weight Control”. Available from http://my.clevelandclinic.org/heart/prevention/exercise/ex_wtcontrol.aspx

    Dahlan Sopiyudin, M. (2010). Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Edisi 3. Jakarta : Salemba Medika.

    Dorland’s Medical Dictionary. 2007. USA: Saunders Elsevier.

    Dorland’s Medical Dictionary. 2007. “Aerobic Exercise”. Available from: http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/exercise [Accesed 22 April 2011]

    Fox, E. L., Bowers,R.W., Foss,M.L. (1993) The Physiological Basis For Exercise And Sport, USA, Brown & Benchmark Publ.

    Gale Encyclopedia of Medicine. 2008. “Exercise”. AvailableFrom: http://medical-dictionary.com/exercise

    Ganong, William F. 2001. “Buku Ajar fisiologi kedokteran”. EGC. Jakarta

    Ganong W.F. 2005. “Review of Medical Physiology”. 22nd ed. McGraw Hill Companies. USA

    Garrison.J, Susan. 2007. “Dasar–Dasar Terapi Fisik dan Rehabilitasi Fisik”. Hipokrates. Jakarta.

    Gibson R.S. 2005. Principles Of Nutritional Assesment . USA : Oxpord University Press

    Guyton, A.C. and Hall, J.E. 2006. “Textbook of Medical Physiology”. 11th ed. Philadelphia, PA. Elsevier Saunders. USA

    Guyton AC, Hall J.E. 2006. “Buku Ajar Fisiologi Kedokteran”. Edisi 11. Penterjemah: Irawati, Ramadani D, Indriyani F. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta

    http://www.sobatdiabet.org/news/10-persiapan-wajib-sebelum-olahraga/

    http://www.vemale.com/kesehatan/92372-manfaat-olahraga-pagi-vs-malam-mana-yang-lebih-baik. html
    https://hellosehat.com/meninggal-saat-berolahraga- html

    http://www.fk.unair.ac.id/news/ kilasan/akibattidak-pernah-olahraga-html.

    http://dokita.co/blog/bahaya-kurangberolahraga/.


    http://laboratorium-analisys-rafsan.blogspot.co.id/ 2012/07/homeostatis.html

    http://laboratorium-analisys-rafsan.blogspot.co.id/2012/07/homeostatis.html

    http://suharmita-darmin.blogspot.co.id/2012/06/praktikum-pembekuan darah.html

    Irianto, Djoko Pekik. 2004. “Panduan gizi lengkap keluarga dan olahragawan”. PT. Andi Yogyakarta: Yogyakarta.

    Kaslow JE. Analysis ofSerum Protein. Santa Ana: 720 North Tustin Avenue Suite 104. CA

    Kaplan. Norman M. & Stamlet , Jeremih. 1983 Prevention of Coronary Heart Disease: Practial Management of the Risk Faktors. USA: W.B. Saunders Company

    Kisner Carolyn and Lynn Colby. 1996. “Therapeutic Exercise Foundations and Tecniques”. Third Edition. FA Davis Company. Philadelphia

    Lakitan, Benyamin. 1997. Dasar - Dasar Klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

    McGuff, M.D. 2000. “wWhat Type Of Sport”. BMX Training: A scientific Approach. Available from: http://www.ultimate-exercise.com/bmx3.html [Accessed 21 April 2010]

    Mosby’s Medical Dictionary. 2009. “Exercise Definition”. Available From: http://medical-dictionary.thefreedictionary.com/exercise

    Mutohir dan Maksum. 2007. “Sport Development Index. (Konsep, Metodologi dan Aplikasi) Alternatif Baru Mengukur Kemajuan Pembangunan Bidang Keolahragaan”. Penerbit PT. Index. Jakarta


    Price, Sylvia Anderson. 2005. “Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit”. Edisi 6. Volume 1. EGC. Jakarta

    Price, Sylvia Anderson. 2005. “Patofisologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit”. Edisi 6. Volume 2. EGC. Jakarta

    Price, A.S. Wilson M.L. 2006. “Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit”. Alih Bahasa: dr. Brahm U. Penerbit EGC. Jakarta

    Ramadhani, Savitri. 2008. “The Art Of Positive Communicating”. Bookmarks. Yogyakarta

    Sacher, R. A., & McPherson, R. A. 2000. Widmann's Clinical Interpretation of Laboratory Tests. Philadelphia: F.A Davis Company.

    Sadoso Sumosardjuno. 1990. “Pengetahuan Praktis Kesehatan dalam Olahraga”. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

    Sherwood. Lauralee. 2001. “Keseimbangan Energi dan Pengaturan Suhu” In:Beatricia I.

    Sherwood, Laura Lee. 2011. “Fisiologi Manusia”. EGC. Jakarta

    Shetty, D.P. 2005. “A Comparritive Study of Pumonary Function Test Between Athletes and Nonathletic Student”. Available from : http://119.82.96.197/gsdl/ collect /disserta/index/assoc/...dir/doc.pdf - [Accesed : 4 March 2011]
    Sumosardjuno. 2007. “Manfaat dan Macam Olahraga bagi penderita Diabetes Mellitus”. EGC. Bandung

    Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta

    Tjokronegoro A dan Utama H. 2004. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II”. Penerbit FK UI. Jakarta

    Widmann, Frances K. 1995. “Tinjauan Klinis Atas Hasil Pemeriksaan Laboratorium, Ed. 9”. Penerjemah: Siti Boeding Kresno, Ganda Soebrata, J. Latu. EGC. Jakarta

    Williams. L.J. & Anderson. S.E. 1991. Job Satisfaction and Organizational Commitment As Predictors Of Organizational Citizenship and In-Role Behaviors. Journal Of Management.

    Willmore J.H. and Costill D.L. 1994. “Physiology Of Sports and Exercise Human Kinetics”. Human Kinetics Publisher. USA