ANALISIS FAKTOR RISIKO CARPAL TUNNEL SYNDROME PADA PEGAWAI DI UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan gangguan neuropati akibat penekanan pada saraf medianus di terowongan karpal yang kerap dialami pekerja dengan aktivitas repetitif, termasuk pengguna komputer. Penyakit ini tergolong dalam Musculoskeletal Disorders (MSDs) yang dapat menurunkan produktivitas dan kualitas hidup pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor risiko usia, jenis kelamin, IMT, durasi kerja, dan postur kerja dengan kejadian CTS pada pegawai UNPRI. Kajian teoritis didasarkan pada konsep ergonomi kerja, faktor risiko individu dan pekerjaan, serta klasifikasi IMT menurut CDC. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional terhadap 55 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data primer dilakukan melalui kuesioner tervalidasi, pengukuran IMT, dan cross-check postur kerja, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen institusi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square melalui SPSS. Hasil menunjukkan prevalensi CTS sebesar 9,1%. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,643), jenis kelamin (p = 0,327), IMT (p = 0,526), durasi kerja (p = 1,000), maupun postur kerja (p= 0,622) dengan keluhan CTS. Disimpulkan bahwa kelima faktor risiko yang diteliti tidak terbukti berhubungan secara signifikan dengan kejadian CTS, yang kemungkinan dipengaruhi oleh dominasi kelompok usia muda dan faktor lain yang belum diteliti.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Referensi
- Demissie, Biruk et al. 2023. “Carpal Tunnel Syndrome and Its Associated Factors among Computer User Bankers in South Gondar Zone, Northwest Ethiopia, 2021: A Cross Sectional Study.” BMC Musculoskeletal Disorders 24(1): 1–9.
- Feng, Beibei et al. 2021. “Prevalence and Risk Factors of Self-Reported Wrist and Hand Symptoms and Clinically Confirmed Carpal Tunnel Syndrome among Office Workers in China: A Cross-Sectional Study.” BMC Public Health 21(1): 1–10.
- Indah, Fenita Purnama Sari et al. 2025. “Identifikasi Determinan Carpal Tunnel Syndrome (Cts) Pada Populasi Pekerja Dengan Aktivitas Berulang.” Prosiding SEMLITMAS: Diseminasi Penelitian Pengabdian Masyarakat 2(1): 204–17.
- Kadek, Pande et al. 2023. “The Relationship Between Body Mass Index and Gender with Carpal Tunnel Syndrome in Mataram City Hospital.” Nusantara Hasana Journal 2(10): Page.
- Nefa Repilda, Entianopa, Eti Kurniawati. 2022. “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Pengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) Pada Pekerja Di Kantor Jambi Ekspress.” Indonesian Journal of Health Community 3(2): 39–46.
- Putra, Daffa Kasatria, Arif Setyawan, and Ana Utami Zainal. 2021. “Faktor Yang Berhubungan Dengan Gejala Carpal Tunnel Synrome ( CTS ) Pada Pekerja Komputer Bagian Editing Di Pt . X Tahun 2021.” Environmental Occupational Health and Safety Journal 2(1): 11–18.
- Sumitro Adi Putra, Sri Martini, Herawati Jaya, Syokumawena. 2023. “Faktor Resiko Carpal Tunnel Syndrome Pada Pembuat Pempek Di Kota Palembang.” 11(1): 284–92.
- Suparto, Vanessa Malise Lisandra, Irvan Tanpomas, and Citra Rencana Perangin-angin. 2020. “Gambaran Risiko Kejadian Carpal Tunnel Syndrome Pada Karyawan Description of Carpal Tunnel Syndrome Risk in University.” Jurnal Kedokteran Meditek 26Suparto,(2): 71–76.
- Toja Kamri, Andi We Tenri Batari, Nasruddin Syam, and Arman. 2024. “Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Keluhan Carpal Tunnel Syndrome (CTS) di PT. Santosa Utama.” Window of Public Health Journal 5(2): 252–60.
- Tonga, Faruk, and Sinan Bahadir. 2022. “The Factors Associated with Carpal Tunnel Syndrome Severity.” Turkish Neurosurgery 32(3): 392–97.
- Ulbrichtová, Romana et al. 2020. “Association of the Role of Personal Variables and Nonoccupational Risk Factors for Work-Related Carpal Tunnel Syndrome.” Central European Journal of Public Health 28(4): 274–78.
- Yudistira, Arya, Suroto Suroto, and Siswi Jayanti. 2022. “Analisis Faktor Risiko Carpal Tunnel Syndrome Pada Operator Jahit Bagian Produksi PT Leading Garment.” Jurnal Kesehatan Masyarakat 10(4): 431–37.