PENGARUH KOMPRES HANGAT TEMULAWAK TERHADAP NYERI SENDI PADA LANSIA DENGAN OSTEOARTHRITIS

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Evi Royani
Elvrinica Christina

Abstrak

Lansia sering mengalami osteoarthritis yang menyebabkan nyeri sendi dan menghambat aktivitas. Kompres temulawak hangat merupakan terapi non-farmakologis yang mengandung kurkuminoid sebagai antiinflamasi dan analgesik untuk mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres temulawak terhadap tingkat nyeri sendi pada lansia dengan osteoarthritis di Panti Sosial Harapan Kita Palembang. Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-experimental menggunakan pendekatan one group pre-post test design. Penelitian dilaksanakan pada 15-22 November 2025 dengan jumlah sampel sebanyak 24 responden yang dipilih sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil Karakteristik responden mayoritas adalah perempuan (65%) dan berada pada rentang usia 60-65 tahun (75%). Sebelum diberikan kompres temulawak, rata-rata skala nyeri responden adalah 6,70 (nyeri sedang hingga berat). Setelah intervensi, rata-rata skala nyeri menurun menjadi 3,25 (nyeri ringan). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikan p-value 0,000 (< 0,05). Didapatkan kesimpulan Terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi kompres temulawak terhadap penurunan tingkat nyeri sendi pada lansia dengan osteoarthritis. Terapi ini dapat dijadikan referensi pengobatan mandiri yang aman dan efektif bagi lansia.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Referensi

  1. Adrian, K. (2021). 6 Manfaat Temulawak bagi Kesehatan Tubuh. In Alodokter. https://www.alodokter.com/menilik-manfaat-temulawak
  2. Amanati, S., & Wibisono, I. (2024). Analisis Faktor Untuk Peningkatan Kualitas Hidup Lansia dengan Knee Osteoarthritis?: Literature Review. Jurnal Ners Widya Husada, 11(1), 1–5.
  3. Aprilia, E. N. (2022). Pemberian Ekstrak Temulawak sebagai Terapi Komplementer dalam Menurunkan Nyeri Dysmenorrhea pada Remaja Putri. Jurnal Penelitian Perawat Profesional, 4(2), 441–450. https://doi.org/10.37287/jppp.v4i2.926
  4. Buleleng. (2019). Manfaat Temulawak Sebagai Obat Alami | Kecamatan Buleleng. In Pemerintah Kabupaten Buleleng Kecamatan Buleleng. https://buleleng.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/manfaat-temulawak-sebagai-obat-alami-64
  5. Collins dkk. (2021). Konsep Teori Osteoarthritis. 167–186.
  6. Juliastuti, D. (2025). Edukasi Pada Masyarakat?: Atasi Nyeri Pada Kondisi Osteoarthritis Lutut dengan Latihan Quadriceps Setting. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 11–18. https://jurnal.um-palembang.ac.id/suryaedu/article/download/9471/4507
  7. Melin, M. A., & Baskoro, E. (2021). Pengaruh Harga, Pelayanan Dan Promosi Pnline Terhadap Keputusan Pembelian Pada Rumah Makan Gubuk Tiwul. 1(3), 6.
  8. Mujiadai, R. S. (2022). Bab 1 Topik 2: Proses menua. In Buku ajar keperawatan gerontik.
  9. Pendit, S. A., & Reti, H. (2023). FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NYERI BERULANG PADA Hipertensi adalah gangguan pada sistem peredaran darah yang sering terjadi pada lansia , dengan kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 150 mmHg dan tekanan darah diastiloknya lebih dari 90 mmHg . Pro. 12(2), 287–297.
  10. Pipit dkk. (2020). Hubungan Nyeri Sendi Dengan Aktifitas Fisik Pada Lansia Lansia. Journal GEEJ, 7(2), 7–20.
  11. Putra dkk. (2023). Review Aktivitas Analgesik Kenanga (Cananga odorata) dan Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dalam Usada Tenung Tanyalara. ProsidingWorkshop Dan Seminar Nasional Farmasi, 1, 116–127.
  12. Ramadhani, K. sabtada. (2021). Pengaruh pemberian kompres temulawak terhadap tingkat nyeri sendi pada lansia dengan osteoatritis Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan. 000, 1–11.
  13. Royani, Evi (2025). Pengaruh Balance Exercise Terhadap Tingkah Keseimbangan Lansia Dengan Resiko Jatuh Tahun 2024. Jurnal Pembangunan dan Kesehatan, Vol 15, No 2, Juli 2025.
  14. Sari, N. (2020). Dampak Sosial Ekonomi Terhadap Lansia Pekerja Informal. Jurnal Abdidas, 2(2), 392–397.
  15. Syafwan, M. K. R., Miswarti, & Afnuhazi, R. (2022). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar Kelas VI SDN 20 Indarung Padang. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 4(4657), 78–84.
  16. Astuti, Rahmawati, D. (2021). Efek farmakologis temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap proses inflamasi dan nyeri. Jurnal Farmasi Indonesia, 9(2), 145–153.
  17. Kurniawati, Sari, P. D. (2020). Kandungan kurkumin dan xanthorrhizol dalam temulawak sebagai antioksidan alami. Jurnal Fitofarmaka Indonesia, 7(1), 22–29.
  18. Rasyid, A. (2020). Aktivitas analgesik minyak atsiri temulawak terhadap nyeri inflamasi. Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 18(3), 190–197.
  19. Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Dan Pengembangan Research Dan
  20. Development. Bandung : Alfabeta
  21. Dida. (2018). Tanaman Obat sebagai Terapi Komplementer. Jakarta: Jurnal Kesehatan.
  22. Ridha. (2020). Pengaruh Faktor Usia terhadap Persepsi Nyeri pada Lansia. Palembang: Jurnal Ilmiah Keperawatan.
  23. Wahid. (2021). Asuhan Keperawatan Gangguan Muskuloskeletal. Yogyakarta: Pustaka Baru.