HUBUNGAN KONSELING DAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM BER-KB

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Putri Adinda
Nisa Kartika Ningsih
Silvia Mariana
Dwi Haryanti

Abstrak

ABSTRAK


Indonesia mempunyai kebijakan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk diantaranya melalui program Keluarga Berencana (KB). KB adalah suatu upaya dilakukan manusia untuk mengatur secara sengaja kehamilan dalam keluarga tidak melawan hukum dan moral pancasila untuk kesejahteraan keluarga (Maritalia, 2017). Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Konseling Dan Pengetahuan Ibu Nifas Terhadap Pengambilan Keputusan Dalam Ber-KB Di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan Crosssectional yang dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi tahun 2026. Variabel Independen adalah Konseling dan Pengetahuan, dan Variabel Dependen adalah Pengambilan Keputusan. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas di Puskesmas Paal V Kota Jambi sebanyak 255 ibu nifas. Penentuan sampel mengacu pada teknik Random Sampling dengan rusmus Slovin sebanyak 38 responden. Hasil penelitian didapatkan Sebagian besar ibu nifas telah mendapatkan konseling KB, yakni sebanyak 31 responden (81,6%) dan yang belum mendapatkan konseling KB sebanyak 7 responden (18,4%). ibu memiliki pengetahuan cukup, yakni sebanyak 17 responden (44,7%), dan yang memiliki pengetauan baik, yakni sebanyak 10 responden (26,4%). Sebanyak 34 responden (89,5%) ibu nifas yang memutuskan untuk memilih ber-KB dan 4 responden (10,5%) ibu nifas yang memutuskan untuk memilih tidak ber-KB. Kesimpulan penelitian ini adalah Ada hubungan antara konseling dan pengetahuan terhadap pengambilan keputusan ber-KB di Wilayah Kerja Puskesmas Paal V Kota Jambi dengan nilai p-value = 0,02 (p < 0,05) untuk konseling dan 0,03 (p < 0,05) untuk pengetahuan.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Referensi

  1. Abubakar, D. D. H. R. M. . (2021). Pengantar metodologi penelitian. SUKAPress.
  2. Achmad Juntika Nurihsan. (2022). Bimbingan & Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: PT Refika Aditama.
  3. Aji, M. S., Putra, G., & Yudianto, H. (2020). Pemberdayaan Masyarakat “Kampung KB” Ditinjau dari Perspektif Ottawa Charter Community Empowerment with " Kampung KB " Viewed from the Perspective of the Ottawa Charter. 8(2), 206–218. https://doi.org/10.20473/jpk.V8.I2.2020 .206-218
  4. Alat, P., Di, K., Maria, P. M. B., Pinggir, T., Martoba, S., & Siantar, P. (2023). Jurnal Health Reproductive Hubungan Konseling Dengan Pengambilan Keputusan. 8(1), 36–41.
  5. Anggraini, S. D. W. I., Kesehatan, K., Indonesia, R., Pengembangan, B., Pemberdayaan, D. A. N., Daya, S., Politeknik, M., Palangka, K., Studi, P., & Iii, D. (2021). Pengaruh Konseling Keluarga Berencana Menggunakan Alat Bantu Pengambilan Keputusan ( Abpk ) Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Nifas Tentang Alat.
  6. Azwar, S. (2021). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
  7. Badan Pusat Statistik. Survei Demografi Dan Kesehatan : Kesehatan Reproduksi Remaja (2025). In Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana. Survei Demogr Dan Kesehat [Internet]. from: http://www.dhsprogram.com.
  8. Badan Pusat Statistik (BPS), 2025. Laju pertumbuhan penduduk dan Tingginya Angka kelahiran Indonesia tahun 2025.
  9. Cibangkong, N., Bandung, K., & Nazneen, F. F. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Program Kampung Kb Di Kelurahan Cibangkong ( Studi Pada Kampung Kb. 3(November), 263–275.
  10. Eka, N., Wardani, K., Irawati, D., & Wayanti, S. (2019). Pengaruh Konseling Terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Akseptor KB dalam Pemilihan AKDR Post Plasenta. 12(1).
  11. Handayani, M., & Perbaungan, S. (2025). VJKM?: Varians Jurnal Kesehatan Masyarakat. 3(1), 31–37.
  12. Irma, A. D. E., & Rh, R. (2021). Pengaruh konseling terhadap pengambilan keputusan kb menggunakan media abpk. kampung+KB+sebuah+model+
  13. pemberdayaan+ masyarakat+berbasis+keluarga.pdf. (n.d.).
  14. John Mcleod (2018), Pengantar Konseling Teori dan Studi Kasus diterjemahkan oleh A. K. Anwar, Jakarta: Kencana.
  15. Kb, A. K. (n.d.). No Title. 90–123.
  16. Kementrian kesehatan Republik Indonesia, 2021. Profil Kesehatan Indonesia 2021.
  17. Maftuha, M., Purnamasari, D., & Hariani, W. F. (2022). Pengaruh konseling keluarga berencana terhadap pengambilan keputusan alat kontrasepsi pada ibu nifas. 1(1), 1–5.
  18. Prayitno. 2022. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok : Dasar dan Profil, Jakarta: Ghalia Indonesia
  19. Prayitno. 2022. Konseling Profesional yang Berhasil layanan Kegiatan Pendukung, Jakarta: RajaGrafindo Persada
  20. Siregar, Z. M. (2020). Program studi kebidanan program sarjana fakultas kesehatan universitas aufa royhan di kota padangsidimpuan 2020.
  21. Solehati T, Rahmat A, Kosasih CE. 2019. Relation of Media on Adolescents’ Reproductive Health Attitude and Behaviour. J Penelit Komun dan Opini Publik.
  22. Supriadi, Dedi. 2021. Konseling lintas budaya: Isu-isu dan relevansinya di Indonesia. Universitas Pendidikan Indonesia: Pidato Pengukuhan Guru Besar.
  23. Walyani, E. S. W dan Purwoastuti, E. (2017). Asuhan Kebidanan Masa Nifas dan Menyusui. Yogyakarta. Pustakabarupress.
  24. World Health Organisation (WHO), 2020. Contraception. World Health Organization The Global Health
  25. World Health Organisation (WHO), 2021. Family planning/contraception methods. World Health Organization The Global Health
  26. WHO (2019). Family Planning and the 2030 Agenda for Sustainable Development. World Health Organization The Global Health.