ANALISIS STATUS GIZI DAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 4–5 TAHUN DI TK KENTEN PERMAI PALEMBANG

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Nurbaity
Heolen Meiliza Putri

Abstrak

Status gizi merupakan indikator penting dalam menentukan kesehatan dan perkembangan anak, karena gangguan perkembangan pada usia prasekolah dapat mempengaruhi proses belajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status gizi dan perkembangan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di TK Kenten Permai Palembang. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 70 anak, dan sampel 30 anak diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar DDST (Denver Development Screening Test) dan pengukuran antropometri, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar anak memiliki status gizi normal (46,7%) dan perkembangan motorik kasar normal (86%). Hasil uji statistik memperoleh nilai p = 0,420 (> 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 4–5 tahun di TK Kenten Permai Palembang.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Referensi

  1. Alifia sitta ramadhani, Wafiq azizah, Yunita selpiani, K. (2022). Jurnal Pendidikan dan Konseling Bentuk-bentuk Stimulasi Pada Anak Dalam Perkembangan Motorik. 4, 2360–2370.
  2. Alni, S. L., Benvenuto, A. F., Cahyadi, N., Setiawan, T., & Mardiah, A. (2022). Hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 6-24 bulan di wilayah kerja puskesmas langko Lombok tengah tahun 2022. 05(01).
  3. Amalia Yunia Rahmawati. (2020).No Title No Title No Title. 9(July), 1–23.
  4. Benshlomo, O. (2023). Benshlomo,ohr. 4(1), 88–100.
  5. Capriani, D., & Jamir, A. F. (2023). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motoric Kasar Anak Usia Prasekolah Di TK Idhata Sangalla. Media Publikasi Penelitian Kebidanan, 6(1), 93–99. https://institutgrahaananda.ac.id/jurnal/index.php/mppk/article/view/83
  6. Gizi, M. K. P. S., Stefani, M., Gz, S., Si, M., Humayrah, W., Gz, S., & Si, M. (2021). M. k. penilaian status gizi.
  7. Kemenkes RI 2020. (2020). 2507(February), 1–9.
  8. Kunci, K., Motorik, P., & Anak, K. (2019). Hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia prasekolah 3-5 tahun di taman kanak-kanak kenten permai palembang tahun 2019.
  9. Novianti, A., & Utami, T. P. (2021). Penilaian Status Gizi dan Pengetahuan Gizi Seimbang Anak Usia Sekolah Sebagai Bentuk Aktivasi Kegiatan UKS. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 399–404. https://doi.org/10.35568/abdimas.v4i1.908
  10. Nurbaity, Dana, O., & Utami, W. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tahap Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah Di Taman Kanak- Kanak Kenten Permai Palembang Tahun 2017. 6.
  11. Ruspita, M., & Khobibah, K. (2021). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motorik Pada Anak Usia 3 – 5 Tahun. Midwifery Care Journal, 2(2), 62–67. https://doi.org/10.31983/micajo.v2i2.6859
  12. Saleh, H., Faisal, M., & Musa, R. I. (2019). Klasifikasi Status Gizi Balita Menggunakan Metode K-Nearest Neighbor. Simtek?: Jurnal Sistem Informasi Dan Teknik Komputer, 4(2), 120–126. https://doi.org/10.51876/simtek.v4i2.60
  13. Salfarida, E., Sulistyorini, C., Meihartati, T., & Kebidanan, P. S. (2023). Hubungan status gizi dan stimulasi oleh orang tua terdap perkembangan anak prasekolah usia 30-60 bulan di Paud 01(04), 979–988.
  14. Setiawan, R., & Triayudi, A. (2022). Klasifikasi Status Gizi Balita Menggunakan Naïve Bayes dan K-Nearest Neighbor Berbasis Web. Jurnal Media Informatika Budidarma, 6(2), 777. https://doi.org/10.30865/mib.v6i2.3566
  15. Siwi, I. N., Ramadhini, R. M., & Hasan, M. N. (2023). Hubungan status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak usia 1-3 tahun (toddl er) di Posyandu Kaligatuk piyungan Relationship between Nutritional Status and Gross Motor Development of Toddlers at Posyandu Kaligatuk Piyungan. 14(01), 58–66.
  16. Sugeng HM, Tarigan R, Sari NM. Gambaran Tumbuh Kembang Anak pada Periode Emas Usia 0-24 Bulan di Posyandu Wilayah Kecamatan Jatinangor. Jsk. 2019;4(3):96–101
  17. Sugiharti, R. K. (2023). Analisis faktor yang mempengaruhi perkembangan balita di desa Karangharaja tahun 2023 1 Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan , Universitas Medika Suherman Cikarang , Indonesia.
  18. Suryadi, D., & Daryati, M. E. (2022). Analisis Perkembangan Anak Taman Kanak-kanak Di Kelurahan Kemumu, Berbasis DDST. Jurnal Ilmiah Potensia, 7(2), 194–201. https://doi.org/10.33369/jip.7.2.194-201
  19. Wigaringtyas, A. A., & Katoningsih, S. (2023). Kemampuan Motorik Kasar melalui Kegiatan Tari Dongklak. 7(1), 312–322. https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i1.3706
  20. Yunita, L. (2021). Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Posyandu Bunga Maja Kecamatan Gunung Sari. Nutriology?: Jurnal Pangan,Gizi,Kesehatan, 2(2), 9–14. https://doi.org/10.30812/nutriology.v2i2.1581
  21. Yunita D, Luthfi A, Erlinawati E. Hubungan Pemberian Stimulasi Dini Dengan Perkembangan Motorik Pada Balita Di Desa Tanjung Berulak Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Tahun 2019. J Kesehat Tambusai. 2020;1(2):61–8.
  22. Zahra, F. D., Sobarna, A., & Surbiantoro, E. (2023). Implementasi Program Stimulasi Sensori Integrasi Melalui Kegiatan Merayap , Berguling Dan Jalan Gerobak Untuk Pengembangan Motorik Kasar di TK Inklusi Mutiara Hati Bandung. 1(1), 27–32.