PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN FISIK TERHADAP KUALITAS HIDUP PADA PEREMPUAN MENOPAUSE DI POSYANDU LANSIA BINA SEJAHTERA RW 05 BUKIT SANGKAL PALEMBANG

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Lisda Maria
Cindy Agustina

Abstrak

Menopause ialah fase alami dalam kehidupan perempuan yang ditandai dengan menurunnya hormon estrogen hingga bisa berdampak pada aspek fisik, psikologis, sosial, serta kualitas hidup. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola perubahan fisik selama menopause berpotensi menurunkan kesejahteraan perempuan. Penelitian ini ditujukan guna memahami pengaruh pendidikan kesehatan fisik pada kualitas hidup perempuan menopause. Penelitian ini memakai desain pre-eksperimental melalui rancangan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 30 perempuan menopause yang ditetapkan melaui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner WHOQOL-OLD. Analisis data dilaksanakan memakai uji Paired Sample t-test setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil studi memperlihatkan terdapat kenaikan signifikan pada kualitas hidup setelah intervensi pendidikan kesehatan fisik yang mana nilai p < 0,001 (? = 0,05). Pendidikan kesehatan fisik terbukti memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan menopause. Temuan ini menegaskan pentingnya implementasi program edukasi kesehatan fisik secara terstruktur sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan menopause.

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Referensi

  1. [1] Agustina, V. A. (2020). Gambaran kadar hemoglobin pada menopause. STIKes Insan Cendekia Medika Jombang.
  2. [2] Ariyanto, A., Puspitasari, N., & Utami, D. N. (2020). Aktivitas fisik terhadap kualitas hidup pada lansia. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, 13(2), 145–151.
  3. [3] Dewi, B. P., Soebyakto, D. H., & Xesti, E. (2025). Penyuluhan pendidikan kesehatan reproduksi bagi wanita menopause di RT 36 Kelurahan Lebong Gajah, Palembang. Jurnal Lentera Ilmiah Pengabdian Masyarakat, 2(2), 33–39.
  4. [4] Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (2020). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2020. Dinkes Provinsi Sumsel.
  5. [5] Fleck, M. P., Chachamovich, E., & Trentini, C. (2006). Development and validation of the Portuguese version of the WHOQOL-OLD module. Revista de Saúde Pública, 40, 785–791.
  6. [6] Kementerian Kesehatan Indonesia. (2024). Pedoman pelaksanaan promosi kesehatan di daerah. Kementerian Kesehatan Indonesia.
  7. [7] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  8. [8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  9. [9] Nessi Meilan, N. H. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan perempuan dalam menghadapi masa menopause. Jurnal Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia, 2(1).
  10. [10] Notoatmodjo, S. (2020). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Rineka Cipta.
  11. [11] Olfah, Y., Surijati, K. A., Siswati, T., Angraeni, A. A., & Wibowo, R. L. (2021). Tetap sehat menjelang masa menopause. Abbi Creative.
  12. [12] Saras, T. (2024). Menopause: Panduan komprehensif untuk memahami dan mengelola transisi. Tiram Media.
  13. [13] Wardani, N. P. S., & Dewi, F. I. R. (2020). Gambaran kualitas kehidupan lansia di Gianyar Bali. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 4(2), 383–392.
  14. [14] Wati, P. M. K., & Kusmawati, I. I. (2025). Penyuluhan kesehatan reproduksi dalam meningkatkan kesiapan menghadapi menopause pada ibu-ibu PKK di Dusun Sendang. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penerapan Ilmu Pengetahuan, 6(1), 36–42.
  15. [15] World Health Organization. (2012). WHOQOL: Measuring quality of life. World Health Organization.
  16. [16] World Health Organization. (2022). Global status report on physical activity. World Health Organization.