INDIKASI MEDIS DAN PENYEMBUHAN LUKA PASIEN POST HISTEREKTOMI DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Histerektomi merupakan prosedur pembedahan ginekologi yang paling umum dilakukan pada pasien dengan tumor atau kanker ginekologi. Prevalensi histerektomi di Amerika Serikat mencapai lebih dari 600.000 wanita per tahun, sedangkan di Indonesia berkisar antara 13-37%. Prosedur Histerektomi meninggalkan luka pembedahan yang harus dirawat secara intensif agar tidak terjadi infeksi dan hambatan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara indikasi medis dengan penyembuhan luka pasien Post Histerektomi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah pasien post operasi histerektomi di Ruang Dahlia RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto yang berjumlah 41 pasien dengan teknik pengambilan sampel secara consecutive sampling. Analisis bivariat untuk mengetahui hubungan indikasi medis dan penyembuhan luka menggunakan Uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara indikasi medis dengan penyembuhan luka tahap I (hari ke 2 – 3 post operasi) dengan p-value = 0,775, serta pada tahap II (hari ke 7-10 post operasi) dengan p-value = 0,656. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikasi medis bukan faktor penentu penyembuhan luka, banyak faktor lain yang mungkin berhubungan dengan penyembuhan luka pasien post histerektomi, seperti umur, status gizi dan lainnya.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Referensi
- P. N. Lubis, “Diagnosis dan Tatalaksana Mioma Uteri,” Cermin Dunia Kedokt., vol. 47, no. 3, pp. 1–5, 2020.
- L. PN, “Diagnosis dan Tatalaksana Mioma Uteri.,” Cermin Dunia Kedokteran, vol. 3, no. 47. pp. 196–200, 2020.
- I. S. Faluvianti, “Perbedaan fungsi seksual pasien prolapsus uteri antara terapi Operatif dan Non- Operatif DI RSUD Dr. Soetomo Surabaya,” Univ. Airlangga, pp. 1–118, 2021.
- K. Martin, “Reasons for Hysterectomy?: Medical Conditions and Indications,” 2025. https://www.nsnpobgyn.com/.
- H. Purnama, Sriwidodo, and S. Ratnawulan, “Proses Penyembuhan Dan Perawatan Luka,” J. Farmaka, vol. 15, no. 2, pp. 251–55, 2017.
- Warniati, “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penyembuhan Luka Post Operasi Sectio Caesarea,” Jurnal Kebidanan, vol. 5, no. 1. pp. 7–15, 2019.
- S. Guo and L. A. DiPietro, “Critical review in oral biology & medicine: Factors affecting wound healing,” J. Dent. Res., vol. 89, no. 3, pp. 219–229, 2010, doi: 10.1177/0022034509359125.
- H. M. Sihotang and H. Yulianti, “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea,” Care J. Ilm. Ilmu Kesehat., vol. 6, no. 2, p. 175, 2018, doi: 10.33366/cr.v6i2.926.
- P. Operasi et al., “Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, Volume 7, No. 1, Februari 2011,” vol. 7, no. 1, pp. 50–59, 2011.
- T. Kawakita, “Wound complications according to prepregnancy body mass index and gestational weight gain,” Am. J. Gynecol., vol. 44, no. 1, pp. 364–367, 2019, doi: 10.1080/713713608.
- M. Barchitta et al., “Nutrition and wound healing: An overview focusing on the beneficial effects of curcumin,” International Journal of Molecular Sciences, vol. 20, no. 5. 2019, doi: 10.3390/ijms20051119.
- P. Kumari and J. Kundu, “Prevalence, socio-demographic determinants, and self-reported reasons for hysterectomy and choice of hospitalization in India,” BMC Womens. Health, vol. 22, no. 1, pp. 1–14, 2022, doi: 10.1186/s12905-022-02072-7.
- J. Jiang, T. Ding, A. Luo, Y. Lu, D. Ma, and S. Wang, “Comparison of surgical indications for hysterectomy by age and approach in 4653 Chinese women,” Front. Med., vol. 8, no. 4, pp. 464–470, 2014, doi: 10.1007/s11684-014-0338-y.
- G. Baffour Awuah, G. Schauberger, S. J. Klug, and L. F. Tanaka, “An age-period-cohort analysis of hysterectomy incidence trends in Germany from 2005 to 2019,” Sci. Rep., vol. 14, no. 1, pp. 1–9, 2024, doi: 10.1038/s41598-024-66019-8.
- P. Ariani, Y. Fahmila, P. ayu yessy ariescha, M. dwi yanti, and N. aini siagian, “Hubungan Status Gizi Dengan Lama Penyembuhan Luka Post Sectio Cesarea,” Journal of Chemical Information and Modeling, vol. 53, no. 9. pp. 1689–1699, 2020, [Online]. Available: https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/doppler/article/view/1026.
- M. Deptu?a, J. Zieli?ski, A. Wardowska, and M. Piku?a, “Wound healing complications in oncological patients: Perspectives for cellular therapy,” Postep. Dermatologii i Alergol., vol. 36, no. 2, pp. 139–146, 2019, doi: 10.5114/ada.2018.72585.
- E. Yunitasari and F. E. Fitri, “Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyembuhan luka post sectio caesarea,” J. Mother Child Heal. Concerns, vol. 4, no. 1, pp. 8–15, 2024, doi: 10.56922/mchc.v4i1.460.