TINJAUAN KEBUTUHAN SDMK INSTALASI REKAM MEDIS BERDASARKAN METODE ABK-KES DI RSUD BANJARNEGARA
##plugins.themes.academic_pro.article.main##
Abstrak
Perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang tepat sangat penting untuk mendukung mutu dan efisiensi pelayanan rekam medis di rumah sakit. Ketidaksesuaian antara beban kerja dan jumlah tenaga berpotensi menurunkan kualitas pengelolaan dokumen rekam medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan SDMK pada Instalasi Rekam Medis RSUD Hj. Anna Lasmanah Banjarnegara menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif, dengan desain desktiptif analitik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis berdasarkan pedoman perhitungan ABK-Kes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan SDMK pada Unit Pendaftaran Rawat Jalan, Rawat Inap, dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebanyak 7 orang, Unit Assembling 7 orang, Unit Indexing 3 orang, Unit Coding 7 orang, dan Unit Filing 8 orang. Ditemukan adanya ketidakseimbangan distribusi SDMK, di mana unit pendaftaran memiliki kelebihan tenaga, sedangkan unit assembling, indexing, coding, dan filing mengalami kekurangan tenaga merupakan gambaran perencanaan dan distribusi SDMK pada Instalasi Rekam Medis yang belum optimal. Diperlukan penyesuaian dan redistribusi SDMK berdasarkan beban kerja aktual untuk meningkatkan efisiensi dan mutu pelayanan rekam medis.
##plugins.themes.academic_pro.article.details##
Referensi
- A. M. Rizal and S. Sali Setiatin, “Pengaruh Beban Kerja Petugas Pendaftaran Terhadap Efektivitas Pelayanan Di Rsu Bina Sehat,” J. Kesehat. Tambusai, vol. 2, no. 3, pp. 84–91, 2021, doi: 10.31004/jkt.v2i3.1963.
- D. Kristanti, A. Charviandi, P. Juliawati, and B. Harto, Manajemen Sumber Daya Manusia Manajemen Sumber Daya Manusia, no. 1. 2023.
- M. Chrismawanti, “Tinjauan Kebutuhan Sumber Daya Manusia di Rekam Medis Berdasarkan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes) di Rumah Sakit Umum Darmayu Ponorogo,” Jurnal Delima Harapan, vol. 7, no. 1. pp. 48–57, 2020, doi: 10.31935/delima.v7i1.95.
- Z. Wittri, L. Indawati, N. A. Rumana, and D. H. Putra, “( Spo ) Dalam Kegiatan Assembling Rawat Inap Di Rs As- Syifa Bengkulu Selatan Tahun 2021,” J. Kesehat. Tambusai, pp. 14–22, 2021.
- N. 30 Permenpan RI, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tentang Jabatan Fungsional Perekam Medis dan Angka Kreditnya (PP Nomor 30 Tahun 2013), vol. 2008. 2013, p. 92.
- C. A. Putri and M. Hidayati, “Analisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia Petugas Rekam Medis Dengan Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan ( ABK-Kes ) Analysis of Human Resources Needs For Medical Record Officers Using The Health Workload Analysis Method ( ABK-Kes ) Program Stu,” J. Manaj. Kesehat. Yayasan RS Dr Soetomo, vol. 7, no. 2, pp. 257–266, 2021.
- I. Andreya, Z. H. N. Nurfadilah, and M. H. Hidayati, “Analisis Beban Kerja Tenaga Rekam Medis Menggunakan Metode ABK-Kes Di Rumah Sakit Islam Assyifa Sukabumi,” Cerdika J. Ilm. Indones., vol. 1, no. 8, pp. 988–996, 2021, doi: 10.59141/cerdika.v1i8.156.
- H. L. Noor, S. N. Qomariyah, and S. W. Nugraheni, “Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja Bagian Pelaporan Rumah Sakit Menggunakan Metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABK-Kes),” vol. 13, no. 1, pp. 35–39, 2023.
- Permenpan, Permenpan Nomor 26 Tahun 2011 Tentang Pedoman Perhitungan Jumlah Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Untuk Daerah, vol. 1999. 2011.
- K. K. R. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Buku Manual Pedoman Penyusunan Perencanaan Kebutuhan SDM Kesehatan (Revisi). 2016.
- S. S. Alam Syamsul, Sitti Raodhah, “Analisis Kebutuhan Tenaga Kesehatan (Paramedis) Berdasarkan Beban Kerja Dengan Menggunakan Metode Workload Indicator Staffing Needs (WISN) di Poliklinik Ass-Syifah UIN Alauddin Makassar,” vol. 10, pp. 216–226, 2018.
- R. Fadila, “Analisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia Rekam Medis di Unit Filing,” J. Rekam Medis dan Inf. Kesehat., vol. 2, no. 1, p. 48, 2019, doi: 10.31983/jrmik.v2i1.4049.
- Kemenkes RI, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan Perekam Medis. 2013, pp. 1-.
- A. G. Pamboaji, “Analisis Pengelolaan Sumber Daya Unit Rekam Medis di Rumah Sakit Misi Lebak Guna Meningkatkan Efisensi dan Efektivitas Pelayanan,” J. Kesehat. Vokasional, vol. 5, no. 3, p. 132, 2020, doi: 10.22146/jkesvo.48870.
- S. Firyal Nabila, M. Weka Santi, and A. Deharja, “J-REMI?: Jurnal Rekam Medik dan Informasi Kesehatan Analisis Faktor Penyebab Pending Klaim Akibat Koding Berkas Rekam Medis Pasien Rawat Inap di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo,” J-REMI J. Rekam Med. Dan Inf. Kesehat., vol. 1, no. 4, pp. 519–528, 2020.
- R. P. Ramadhani, S. Farlinda, and A. Deharja, “Analisis Beban Kerja Petugas Rekam Medis Bagian Filing dengan Metode WISN di RSD Mangusada Badung Tahun 2020,” J-REMI J. Rekam Med. dan Inf. Kesehat., vol. 2, no. 1, pp. 143–148, 2020, doi: 10.25047/j-remi.v2i1.2149.
- Kemenkes RI, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 33 Tahun 2015 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan, vol. 11, no. 1. 2015, pp. 1–14.