FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA SISWI KELAS IX DI SMP NEGERI 2 GELUMBANG

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Reffi Dhamayanti
Eka Afrika

Abstrak

Anemia pada remaja putri masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan, khususnya pada usia sekolah, karena berpotensi menurunkan kemampuan kognitif, prestasi belajar, serta berdampak pada kesehatan reproduksi di masa dewasa. Remaja putri memiliki risiko lebih tinggi mengalami anemia akibat meningkatnya kebutuhan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, status gizi yang tidak optimal, keterbatasan pengetahuan, serta kehilangan darah selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada siswi kelas IX di SMP Negeri 2 Gelumbang Tahun 2025, dengan variabel independen meliputi pola makan, status gizi berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), dan pengetahuan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian meliputi seluruh siswi kelas IX yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran IMT, serta pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola makan tidak seimbang, status gizi tidak normal, dan tingkat pengetahuan yang rendah berhubungan secara signifikan dengan kejadian anemia pada siswi. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya promotif dan preventif melalui intervensi gizi dan edukasi kesehatan sejak usia sekolah guna menurunkan kejadian anemia pada remaja putri.


Kata kunci       : anemia, remaja putri, pola makan, status gizi, pengetahuan

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

Referensi

  1. [1] World Health Organization. Anaemia in women and adolescent girls. Geneva: WHO; 2023.
  2. [2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Laporan Nasional Riskesdas 2018: Kesehatan Remaja. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; 2019.
  3. [3] Briawan D, Hardinsyah, Riyadi H. Pola Makan dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Gizi dan Pangan. 2021;16(2):87–96.
  4. [4] Supariasa IDN, Bakri B, Fajar I. Penilaian Status Gizi. Edisi revisi. Jakarta: EGC; 2019.
  5. [5] Putri RM, Simanjuntak BY, Kusdalinah. Hubungan Pengetahuan Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Reproduksi. 2022;13(1):45–53.
  6. [6] Rahman N, Utami S, Prasetyo A. School-based nutrition education and its impact on anemia prevention among adolescent girls. International Journal of Adolescent Medicine and Health. 2021;33(4):1–7.
  7. [7] Setiadi. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2021.
  8. [8] Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2022.
  9. [9] McLean E, Cogswell M, Egli I, Wojdyla D, de Benoist B. Worldwide Prevalencef of Anaemia, WHO Vitamin and Mineral Nutrition Information System. Public Health Nutr. 2020;23(5):1–9.
  10. [10] World Health Organization. WHO Growth Reference for School-Aged Children and Adolescents. Geneva: WHO; 2022.
  11. [11] World Health Organization. Haemoglobin Concentrations for The Diagnosis of Anaemia and Assessment of Severity. Geneva: WHO; 2023.
  12. [12] Dahlan MS. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Edisi 6. Jakarta: Epidemiologi Indonesia; 2021.
  13. [13] World Health Organization. Adolescent nutrition: A review of the situation in selected regions. Geneva: WHO; 2021.
  14. [14] UNICEF. The State of the World’s Children: Adolescents and Nutrition. New York: UNICEF; 2022.
  15. [15] Balarajan Y, et al. Anaemia in low-income and middle-income countries. Lancet. 2021;397(10269):2123–35.
  16. [16] Teshome EM, et al. Determinants of anemia among adolescent girls. PLOS ONE. 2021;16(6):e0253012.
  17. [17] Widiastuti Y, et al. Dietary patterns and anemia among adolescent girls. BMC Public Health. 2020;20:167.
  18. [18] Salam RA, et al. School-based nutrition interventions for adolescents. Nutrients. 2021;13(9):3055.
  19. [19] World Health Organization. Haemoglobin concentrations for the diagnosis of anaemia and assessment of severity. Geneva: WHO; 2011.
  20. [20] World Health Organization. Nutritional anaemias: tools for effective prevention and control. Geneva: WHO; 2017.
  21. [21] World Health Organization. Global anaemia estimates, 2021 edition. Geneva: WHO; 2021.
  22. [22] Stevens GA, et al. Global prevalence and severity of anaemia in adolescents. Lancet Global Health. 2022;10(4):e627–39.
  23. [23] Arini FA, et al. Dietary habits and anemia among adolescent girls in school settings. Journal of Nutrition and Metabolism. 2021.
  24. [24] Hasyim H, et al. Anemia and academic performance among female adolescents. BMC Nutrition. 2020;6:55.
  25. [25] Keats EC, et al. Diet quality, nutrient intake, and anemia among adolescent girls. Nutrients. 2021;13(7):2340.
  26. [26] Mokhtar N, et al. Dietary diversity and anemia among school-aged girls. BMC Nutrition. 2020;6:60.
  27. [27] Petry N, et al. Iron deficiency and dietary patterns in adolescents. The American Journal of Clinical Nutrition. 2022;115(2):456–64.
  28. [28] Mesfin F, et al. Meal frequency, diet diversity, and anemia in adolescent girls. PLOS ONE. 2021;16(9):e0257081.
  29. [29] Suchdev PS, et al. Overweight, obesity, and anemia among adolescent girls. The American Journal of Clinical Nutrition. 2021;113(2):351–9.
  30. [30] Cepeda-Lopez AC, et al. Inflammation and iron metabolism in adolescents with excess body weight. Nutrients. 2020;12(9):2685.
  31. [31] Gonete KA, et al. Nutritional status and anemia among adolescent girls. BMC Public Health. 2021;21:1080.
  32. [32] Yilmaz E, et al. Body mass index and hemoglobin levels in adolescents. Journal of Pediatric Hematology/Oncology. 2022;44(3):e521–6.
  33. [33] Safitri S, Maharani S. Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMP Negeri 13 Kota Jambi. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi. 2024;8(2):45–52.
  34. [34] Hayati IP, Fatmawati T, Jeki AG. Hubungan Pengetahuan Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri. JAB: Jurnal Akademika Baiturrahim. 2024;14(1):33–40.
  35. [35] Hidayat MMH, Melanie R, Wisnusakti K, Sabila A. Hubungan Pengetahuan dan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Yayasan Pesantren Maruyung An?Nur Kabupaten Bandung. Jurnal Kesehatan Kartika. 2024;19(1):47–57.