ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR MATERNAL DAN PENYAKIT KRONIK PADA PERSALINAN PREMATUR

Main Article Content

admin
Eni Mustika
Fika Minata

Abstract

Kematian Neonatal mencapai 15 per 1.000 kelahiran hidup, 45% disebabkan persalinan prematur. Persalinan prematur adalah persalinan yang terjadi pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu dengan berat janin kurang dari 2500 gram. Prevalensi persalinan prematur di Indonesia meningkat di tahun 2014 15,5% menjadi 29,5% tahun 2019. Persalinan prematur di RSU YK Madira juga meningkat di tahun 2018 5,7% menjadi 8% tahun 2019. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan faktor maternal dan penyakit kronik terhadap persalinan prematur seperti kenaikan BB selama kehamilan, diabetes, tekanan darah ibu, anemia dan riwayat infeksi. Metode yang digunakan adalah survey analitik dengan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin dan total sampel 202 responden. Hasil penelitian dari 202 responden yang mengalami persalinan prematur 72 responden (35,6%) dan tidak prematur 130 responden (64,4%). Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan yang bermakna kenaikan BB selama kehamilan (p-value = 0.001), tekanan darah ibu (p-value = 0.001), anemia (p-value = 0.001), riwayat infeksi (p-value = 0.040) dan tidak ada hubungan bermakna antara diabetes (p-value = 0.211) dengan persalinan prematur. Kesimpulan yaitu variabel dominan terhadap persalinan prematur adalah anemia (OR = 21.741, p-value = 0.000)

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

Amaliah., Marlenywati., & Muhammad Taufik. 2014. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Prematur Di RSUD DR.Soedarso Pontianak. Openjurnal.unmuhpnk.ac.id. 1(1)
Atika., Fadhilah, D.N. 2017. PerbedaanKadar Interleukin 8 Dan Prostagladin E2 Antara Persalinan Preterm Dengan Kehamilan Preterm. Universitas Andalas. http://scholar.unand.ac.id/id/eprint/29752
A’bidah Baana Syarif., 2016. Hubungan Usia Dengan Kejadian Persalinan Preterm Di RSUD Wonosari. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. http:/ejournal.poltekkesjogja.ac.id/index.php
Badan Pusat Statistik (BPS). 2019. Sumatera Selatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Palembang: Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan. http://sumsel.bps.go.id
Dewi, B. P. (2019). Analisis Hubungan Faktor Epidemiologi dan Faktor yang Terjadi Selama Kehamilan dengan Kejadian Kelahiran Preterm di RSUD Ogan Ilir Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Dan Pembangunan.
BKKBN. 2019. Keluarga Berencana Dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta: BKKBN.
Bobak, L.2014, Keperawatan Maternity. Edisi 4. Jakarta : EGC.
Cunningham, FG. et al. 2014. Preterm Birth. In: William Obstetrics (22nd edition). New York.
Delti Anggina. 2018. Determinan Kejadian Persalinan Bayi Prematur Di RS Umum Pusat DR. Mohammad Hoesin Palembang. http://repository.unsri.ac.id/11005
Devi, K., Fiki, A. 2014. Hubungan Usia, Paritas Dan Dabetes Mellitus Pada Kehamilan Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbia Kabupaten Lampung Tengah.Jurnal Kesehatan Holistik. Vol 9 (3).
Dinas Kesehatan Kota Palembang. 2018. Profil Kesehatan Kota Palembang
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. 2017. Profil Kesehatan Sumatera Selatan
Dwi, S., Sarni,M.B. 2013. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kelahiran Prematur Di Indonesia: Analisis Data Riskesdas 2013. E-Journal Widya Kesehatan Dan Lingkungan. 1(2). Hal:109-115
Fina, I.N. 2016. Faktor Risiko Kejadian Persalinan Prematur (Studi Kasus di RSUD Tugurejo Semarang. Universitas Negeri Semarang. http:/lib.unnes.ac.id
Fransiska,R.S. 2013. Faktor Risiko Kejadian Persalinan Prematur di RSUD Dr. Pirngandi Kota Medan. Universitas Sumatera Utara. http://imoph2016.ui.ac.id>files
Kementrian Kesehatan RI. 2016. Profil Kementrian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2016. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Krisnadi, SR. 2015. Faktor Risiko Persalinan Prematur. Bandung: Refika Aditama.
Manuaba, IBG., (2015) Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi Dan Kb. Jakarta: EGC.
Mira, A.K., Buraerah, H.A.H., & A. Arsunan,A. 2016. Determinan Preterm Birth Event In Prof, DR.H.Aloei Saboe General Hospital Gorontalo City. Poltekkes Gorontalo. http://unha.ac.id.jurnal.file
M.Soleh Kosim. 2016. Gawat Darurat Neonatus Pada Preterm. Saripediatri.org. Sari Pediatri 7 (4), 225-31.
Norwitz, E., Schorge, J., 2015. At A Glance Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : Erlangga.
Noza Loviana. 2018. Hubungan Ketuban Pecah Dini, Anemia Dan Riwayat Persalinan Preterm Dengan Kejadian Persalinan Preterm Di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. http://repository.unair.ac.d/86144/
Prawirohardjo, S. 2010. Ilmu Kebidanan. PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.Jakarta. Hal: 667-675.
Rima, Novalia. 2010. Persalinan Preterm. Samarinda : Universitas Mulawarman. http:// 97539577/Persalinan-Preterm.
Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas). 2018. Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta : Dapartemen Kesehatan.
Rukiyah, Ai Yeyeh. 2015. Asuhan Kebidanan 4. Jakarta : CV. Trans Info Media.
Rukiyah, A.Y dan Lia Yulianti. 2010. Asuhan Patologi Kebidanan. Jakarta: Trans Info Medika.
SDKI. 2017. Survey demografi dan kesehatan Indonesia. Jakarta
Supariasa, I.D.N. dkk. 2013. Penilaian Status Gizi (Edisi Revisi). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Tambayong Jan. 2010. Patofisiologi Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.
Tatiyanantaporn, S. 2011. Maternal Risk Factor for Preterm Delivery. Kon Kaen Medical Journal.
Triyanto, Endang. 2014. Pelayanan Keperawatan Bagi Penderita Hipertensi Secara Terpadu. Yogyakarta: Graha Ilmu.
UCSF. 2014. Preterm Birth is Now Leading Cause of Death in Young Children Globally. University of California, San Fransisco.
WHO. 2014. Born Too Soon : The Global Action Report on Preterm Birth.
Yolinda, C. A. 2012. Hubungan Faktor Maternal Dengan Kejadian Persalinan Prematur Di RSUD Tugurejo.UniversitasMuhammadiyah Semarang. http://repostory.unimus.ac.id/id/eprint/151