HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU DENGAN KEPATUHAN BEROBAT DI POLI PARU RUMAH SAKIT SILOAM PALEMBANG TAHUN 2020

Main Article Content

admin
Bela Purnama Dewi
Septi Tri Deasy

Abstract

Penyakit tuberkulosis paru (TBC) merupakan penyakit infeksi kronik menular.. Tujuan penelitian  untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Penderita Tuberkulosis Paru Dengan Kepatuhan Berobat Di Poli Paru di Rumah Sakit Siloam Palembang Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik melalui pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive sampling. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 sampel.


Berdasarkan hubungan pengetahuan penderita TB Paru dengan kepatuhan berobat di RS Siloam Palembang hasil uji statistik didapat nilai P (p Value ) = 0,01, berarti lebih dari α = 0,05 %, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara Pengetahuan penderita TB Paru dengan kepatuhan berobat di RS Siloam Palembang Tahun 2020. Hubungan sikap penderita TB Paru dengan kepatuhan berobat di RS Siloam Palembang Hasil uji statistik didapat nilai P (p Value ) = 0,001, berarti lebih dari α = 0,05 %, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara sikap penderita TB Paru dengan kepatuhan berobat di RS Siloam Palembang Tahun 2020. Dari hasil penelitian dan pembahasan di atas bisa diasumsikan bahwa pengetahuan berperan penting dalam terlaksananya kepatuhan berobat pasien TB paru dan sikap seseorang yang baik akan meningkatkan kepatuhan minum obat.

Article Details

Section
Articles

References

Akhmad, 2010. Asuhan Keperawatan TBC.http://amdkep.blogspot.com/2010/03/askep-keluarga-tbc.html Diakses Tanggal 3 Maret 2011.

Alimul, Aziz Hidayat. 2007. Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika.

Barbara, Engram. 2002. Rencana Asuhan Keperawatan Medikal Bedah. Volum 2, Jakarta : EGC.

Bastable, Susan B. 2002. Perawat sebagai Pndidik. Jakarta : EGC.

Crofton, John, dkk. 2002. Tuberkulosis Edisi, 2. Jakarta : Widya Medik.

Ganong, William. F. 2002. Buku Ajar Fisiologi Kesdokteran. Jakarta : EGC.

Harnowo, Sapto. dkk. 2002. Keperawatan Medikal Bedah untuk Aakademi Keperawatan. Kdt : Katalog dalam Terbitan.

Henderson. 1992. Ilmu Bedah untuk Perawat . Yogyakarta : Yayasan Essential Medica.

Ikatan Dokter Indonesia. 2003. Buku Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis
Untuk rumah Sakit Swasta. Jakarta : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Junaidi, Iskandar. 2000. Penyakit Paru dan Saluran Nafas. Jakarta : PT. Bhuana
Ilmu Populer.

Jurnal Tuberkulosis Indonesia. 2007. Vol.4. No. 2. Jakarta : Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI).

Laban, Yoannes. M. 2008. Tuberkulosis Penyakit dan Cara Pencegahannya. Yogyakarta : Kanisisus.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2010.Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta..

Profile Kesehatan Kota Palembang, 2017

Rekam Medis RS Siloam.2019

Setiadi, 2007. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Yogyakarta : Graha Ilmu.


Soemantri, Irman, 2009. Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Gangguan Sistem Pernapasan. Edisi 2. EGC : Salemba Medika.

Sudoyo, Ari. W. 2006. Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Tamsuri, Anas. 2008. Klien Gangguan Pernapasan.Jakarta : EGC.

WHO, 2018. Prevalensi penyakit TB Paru.

Widjajakusumah, Djauhari. 2009. Askep pada Klien dengan Gangguan Pernapasan. Edisi 2. Jakarta : EGC.

Widoyono. 2008. Penyakit Tropis Epidemiologi, Penularan, Pencegahan dan Pemberantasan. Jakarta : Erlangga.

Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas. Radang Cabang Tenggorok, (Online)http://id.wikipedia.org/wiki/Radang_cabang_tenggorok

Yuza. Gangguan Pernapasan, (Online) http://qthab2.blogspot.com/2008/09/kelainan-dan-penyakit-pada-sistem.html. Diakses 24 September.