FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA BERASANG KECAMATAN KISAM TINGGI KABUPATEN OKU SELATAN TAHUN 2020

Main Article Content

admin
U’Un Sintia
Faulia Mauluddina

Abstract

Indonesia menduduki pringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting. Menurut Riskesdas tahun 2013, menunjukan prevalensi balita stunting di Indonesia mencapai 37% (terdiri dari 18% sangat pendek dan 19,2% pendek) yang berarti mengalami peningkatan tahun 2010 (35.6%) dan tahun 2007 (36,8%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada balita usia 24-59 bulan Desa Berasang Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian uji statistik didapatkan ada hubungan yang bermakna antara tinggi badan ibu (p value=0,026), riwayat ASI eksklusif (p value = 0,001) dan tidak ada hubungan bermakna antara riwayat BBLR (p value =0,983) dengan stunting pada balita usia 24-59 bulan di Desa Berasang Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten Oku Selatan tahun 2020. Saran diharapkan tenaga kesehatan  khususnya bidan yang ada di Desa Berasang Kecamatan Kisam Tinggi Kabupaten OKU Selatan agar lebih meningkatkan dalam pemberian informasi kepada masyarakat melalui pendekatan persuasif dengan menjelaskan kepada masyarakat bahwa stunting harus atau dapat dicegah mulai dari memenuhi gizi ibu hamil, gizi bayi baru lahir dan 1000 hari pertama kehidupan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

[1] Rahmayulis, Rita dkk. 2018. Stop Stunting dengan Konseking Gizi. Jakarta : Penebar Swadaya Grup

[2] Sandjaja dan Atmarita. 2009. Kamus Gizi : Pelengkap Kesehatan Keluarga. Jakarta : Kompas Media Nusantara

[3] Suhaimi, Ahmad. 2019. Pangan, Gizi, dan Kesehatan. Yogyakarta : Deepublish

[4] Puskesmas Kisam Tinggi. 2019. Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Kisam Tinggi.

[5] Rohmatun, Nining Yuliani. 2014. Hubungan Tingkat Pendidikan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa Sidowarno Kecamatan Wonosari Kabupaten Klaten

[6] Aini, Sri Achadi Nugraheni dan Siti Fatimah Pradigdo. 2018. Faktor yang Mempengaruhi Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Puskesmas Cepu Kabupaten Blora. Kesehatan Masyarakat. Volume 6, Nomor 5, Oktober 2018 (ISSN : 2356-3346)

[7] Helmyati, Siti dkk. 2017. Fortifikasi Pangan Berbasis Sumberdaya Nusantara : Upaya Mengatasi Masalah Defisiensi Zat Gizi Mikrodi Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
[8] Yuliana, Wahida dan Bawon Nul Hakim. 2019. Darurat Stunting dengan Melibatkan Keluarga. Selawesi Selatan : Yayasan Ahmar Cendika Indonesia

[9] Rochmah, Amalia Miftakul dan Enny Fitriahadi. 2017. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosari I.

[10] Ratu, Novelinda Ch. dkk. 2018. Hubungan Tinggi Badan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada anak Usia 24-59 Bulan di Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara. KESMAS. 7 Nomor 4

[11] Indrawati, Sri dan Warsiti. 2016. Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 2-3 Tahun di Desa Karangrejek Wonosari Gunungkidul
[12] Kusumawardhani, Intan dkk. 2017. ASI Eksklusif, Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir Rendah Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Stunting pada Anak Usia 6-24 Bulan di Puskesmas Lendah II Kulon Progo

[13] Ariati, Linda Ika Puspita. 2019. Faktor-Faktor Resiko Penyebab Terjadinya Stunting Pada Balita Usia 23-59 bulan. Oksitosin, Kebidanan. VI, No. 1, Februari 2019 : 28-37

[14] Ni’mah, Khoirun dan Siti Rahayu Nadhiroh. 2015. Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita. Media Gizi Indonesia. 10, No. 1 Januari-Juni 2015 : 13-19

[15] Nasution, Darwin dkk. 2014. Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 6-24 bulan.Jurnal Gizi Klinik Indonesia. 11, No. 01 Juli 2014 : 31-37

[16] Wulandari, Resti dkk. 2018. Hubungan Antara Riwayat BBLR, Riwayat ASI Eksklusif dan Panjang Badan Saat Lahir Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Usia 7-23 Bulan di Puskesmas panongan Kabupaten Tangerang